Puisi : Nono Warnono
KONTEMPLASI
Laksa goresan harap tertoreh
dalam kanvas
waktu
hitam putih dan
bianglala
merealita
kehidupan
terbingkai dalam pigura
jaman
yang terus berkejaran
Lukisan dari tube dan kuas era
adalah lukisan
anak manusia
di hamparan kelana
coba
diikhtiarkan indah menawan
lebih berwarna
dari lukisan orang
tetap tak seindah galeri Tuhan
Gambar-gambar dalam galeri masa
mewarnai
pameran kehidupan
pelukis dan
penikmat yang jumawa
akan terliput
rasa kecewa
karena kurator
iradat adalah Tuhan
yang memiliki
purbawasesa nian
niscaya dijadikan perenungan
Bojonegoro, April 2026
DI MUKA CERMIN
Kau lihat wajah
berkali
setelah sibuk
bersolek
sarat aroma harum mewangi
busana jiwa raga rapi jali
namun kau tetap
merasa kecewa
gambar hambar dalam cermin
Kau tata kembali berkali
menutupi luka-luka
bercak hidup menjelaga
wajah di dalam cermin
yang penuh
bercak noda
lalu kau sesali dan tangisi
Acap kau
pandang wajah aneh
sarat rasa
bimbang
ada rasa kesal menyesak
ketika gambar
dalan cermin
kau pukul dan tendang amarah
kaca pecah penuh lumurn
darah
Tuban, Maret 2026
PAGELARAN
WAYANG
Lakon
panguripan dipanggungkan
oleh skenario
sang dalang
memulai jejeran
wayang
hingga tancep
kayon
semua peraga
punya peran
Diawali narasi
nan indah
pula dialog-dialog sarat
tawa
saat berdebat harta wanita
tahta
dibincang dan
dibagi tak rata
panggung jadi
gaduh riuh
perang kembang
Kala keluarga berebut kuasa
semua menghunus
senjata
dendam kesumat
merajalela
pertikaian
antar saudara
bak perang
Bharatayuda
saling meniada
saling
membinasa
Lamongan, April 2026
Karya : Nono Warnono
PGRI Baureno Kabupaten Bojonegoro

Tidak ada komentar:
Posting Komentar