Kamis, 10 September 2026

 


Puisi : Nono Warnono

 

KONTEMPLASI

 

Laksa goresan harap tertoreh

dalam kanvas waktu

hitam putih dan bianglala

merealita kehidupan

terbingkai dalam pigura jaman

yang terus berkejaran

 

Lukisan dari tube dan kuas era

adalah lukisan anak manusia

di hamparan kelana

coba diikhtiarkan indah menawan

lebih berwarna dari lukisan orang

tetap tak seindah galeri Tuhan

 

Gambar-gambar dalam galeri masa

mewarnai pameran kehidupan

pelukis dan penikmat yang jumawa

akan terliput rasa kecewa

karena kurator iradat adalah Tuhan

yang memiliki purbawasesa nian

niscaya dijadikan perenungan

 

Bojonegoro, April 2026

 

 

 

 

DI MUKA CERMIN

 

Kau lihat wajah berkali

setelah sibuk bersolek

sarat aroma harum mewangi

busana jiwa raga rapi jali

namun kau tetap merasa kecewa

gambar hambar dalam cermin

 

Kau tata kembali berkali

menutupi luka-luka

bercak hidup menjelaga

wajah di dalam cermin

yang penuh bercak noda

lalu kau sesali dan tangisi

 

Acap kau pandang wajah aneh

sarat rasa bimbang

ada rasa kesal menyesak

ketika gambar dalan cermin

kau pukul dan tendang amarah

kaca pecah penuh lumurn darah

 

Tuban, Maret 2026

 

 

 

 

 

 

 

PAGELARAN WAYANG

 

Lakon panguripan dipanggungkan

oleh skenario sang dalang

memulai jejeran wayang

hingga tancep kayon

semua peraga punya peran

 

Diawali narasi nan indah

pula dialog-dialog sarat tawa

saat berdebat harta wanita tahta

dibincang dan dibagi tak rata

panggung jadi gaduh riuh

perang kembang

 

Kala keluarga berebut kuasa

semua menghunus senjata

dendam kesumat merajalela

pertikaian antar saudara

bak perang Bharatayuda

saling meniada

saling membinasa

 

Lamongan, April 2026

 

 

Karya : Nono Warnono

PGRI Baureno Kabupaten Bojonegoro

Tidak ada komentar:

Posting Komentar