Sabtu, 21 Februari 2026

 

SEHIMPUN CERPAN 
"MENYULAM BIANGLALA"
Karya Nono Warnono


Cakrawala

 

            Sehimpun cerita pendek yang dirajut dalam Menyulam Bianglala ini sebagai ikhtiar mendokumentasikan berbagai cerita pendek yang telah dimuat di berbagai media, menjadi sebuah buku yang diharap meninggalkan legacy, sekurang-kurangnya bagi pengarangnya. Senyampang dapat dibaca, manakala ada yang berminat, sehingga menuai manfaat sekecil apapun.

            Meski penulis telah banyak menerbitkan buku-buku sastra dalam bahasa Jawa (geguritan, crita cekak, dan cermis), untuk karya sastra dalam bahasa Indonesia, ini adalah buku sastra yang keempat setelah kumpulan puisi : Nyanyian Bidadari (2018), Meruat Halaman Belakang (2019), dan Lelaki dalam Rembulan (2020).

Antologi cerita pendek (cerpen) Menyulam Bianglala sebagai kristalisasi dari sehimpun karya sehingga membentuk makna. Cerita-cerita penanda perjalanan hidup anak manusia dari sebuah keteraturan kecil (mikrocosmos) sebagai hamba dhaif. Demi untuk mencapai sublim atas keteraturan besar (makrocosmos). Bimakna, manusia tidak hanya hidupa dalam kesementaraan dunia, namun ada keabadian kehidupan sesudah mati.

Meski cerita, karya sastra ini bukan hanya permainan kata pun imajinasi ansich, namun ada perspektif realita hidup yang tersulam dalam lembaran karya-karya yang telah lama diendapkan untuk mencapai puncak perenungan nan sublim.

Karya ini dipersembahan untuk biyung Rasmi, yang senantiasa merindukan mencurah kasih sayang serta menuntun jalan keutamaan.   Istriku Lilik Endang Wardiningsih, dan anak semata wayang Laras Gupitasari yang selalu membuka dan menjaga pintu cinta sehingga hidup terasa indah bianglala cahaya demi bersama menghamba kepada Allah SWT.

Terimakasih untuk bapa J.F.X Hoery dan saudara Nanang Fahrudin yang telah memberi support atas lahirnya buku ini. Sastrawan Herry Abdi Gusti nan ajeg ngopi menuai inspirasi, penyair Mas Gampang Prawoto pencurah catatan pepeling. Serta sedulur  Kohar Herlambang, dan Mutitah, saudara sekandung yang turut membersamai perjalanan panjang.

Semoga buku  sederhana ini ada manfaatnya sekecil apapun bagi penulis dan pembaca yang budiman.

Bojonegoro,  Mei 2025

Nono Warnono



Sinaran

 

Merah Kuning Hijau Di Langit Yang Biru

 

Antologi "Menyulam Bianglala" 27 karya cerita pendek dari saudara tua saya, Nono Warnono, membuat kita seperti diajak  menyulam bianglala sungguhan, menjadi warna-warni pelangi yang sedap dipandang dan sangat menarik hati. 

Di dalamnya kita bisa menyelami kegelisahan seorang penulis yang menyaksikan pelbagai peristiwa kehidupan. Dari kehampaan jiwa yang berada pada titik nadhir darurat, sehingga dibutuhkan tetesan embun religiusitas berupa pendekatan diri kepada sang maha aji. Teknik pengajian umum tidak kita temukan dalam karya religi Nono Warnono, tetapi kita diajak menyelam bersama, tenggelam dalam ritme penyentuhan kalbu. Dengan menyelam bersama ini tidak terasa adanya pengguruan dari penulis, bahwa bertemu Sang Maha tidaklah kaku, memosisikan diri sebagai wadah kosong yang ternganga mengharap dituangi air jernih.

Sama halnya dengan cerpen kritik sosialnya, Nono Warnono mencubit tanpa terasa sakit. justru si terimbas kritik akan ikut berlagak seperti pengritik. ikut menuding tokoh terkritik di dalam cerita. Itulah Nono Warnono, asam garam yang direguknya dalam khazanah Sastra Jawa selama puluhan tahun telah membuatnya matang, terutama dalam menyuguhkan sajian kisah berbau keluh kesah. Keresahan menyaksikan dan menghadapi kebobrokan, abrasi moral, kedurjanaan,  ketidakadilan, ketakjujuran, kesilangsengkarutan sistem kemasyarakatan, serta kehidupan berbangsa dan bernegara.#

Herry Abdi Gusti, (Sastrawan, teman ngopi)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Potret Rasa Warna Batin Kehidupan

 

Kehidupan itu renik, kita bisa memandang hanya dengan batas kemampuan kita. Bila penglihatan sebatas pandang mata  berarti yang tampak hanyalah sisi luaran saja. Sangatlah berbeda bila kita mampu masuk pada kedalaman serat titik galih dengan berbagai perspektik yang berbeda baik visual atau konseptual, karena dari serat-serat itulah kita akan mampu memahami arti hidup dan kehidupan sesungguhnya.

Seperti yang tersurat dalam antologi cerita pendek "Menyulam Bianglala" ini

Mas Kaji Nono Suwarno membidik kedalaman warna hidup dengan potret rasa yang syarat akan makna.

 

Indahnya pelangi tak seindah perjalanan hidup karena hidup yang sesungguhnya proses dari sebuah keinginan untuk menjadi lebih baik sebagai kebutuhan lahiriah dan pemenuhan batiniah dari ego yang tersembunyi seperti halnya bianglala akan muncul setelah hujan badai berlalu.

Seperti cuplikan dialog dalam Perempuan Penjual rembulan:

"Pik, bunga yang mekar harum semerbak itu ada masa layunya. Segeralah membuka hatimu saat bunga belun mengering seiring waktu,"  Mas Ji Nono, mengisyaratkan bahwasanya hidup ditentukan oleh waktu karena hidup tidak mampu menentukan waktunya itu sendiri, semua proses hehidupan tidak bisa terulang dan diulang begitu saja karena jagad itu berputar sesuai garis edar kodradnya.

 

Dalam cerpen-cerpenya Mas Ji Nono  mengarsir bahwa hidup itu lika-liku jalan dengan terjal-curamnya bebatuan yang harus dilalui dengan daya upaya dan tetap melakoni peran hidup dengan bersandar pada naskah yang maha sutradara. Luas samudra pengalaman hidup penulis sangat mewarnai potret langit yang berhiaskan kerlip bintang, temaramya bulan, gelap tebalnya awan dan indahnya bianglala dengan tetap berpijak pada realita bumi untuk terus melanjutkan panggung kehidupan

Mas Kaji Nono menyurat dan tersirat sebuah kaledoskop degradasi mental yang terus mengikis peradaban kehidupan dari nalar dan rasa. Ego dan superego, kesenjangan pemikiran, kesenjangan akal melandasi terkesampingkannya nurani, moral dan etika, norma nilai-nilai tradisi yang mulai asing bahkan tercabut dari akar kultur masyarakatnya sendiri mengakibatkan sedimen-sedimen konflik rasa dan konflik batin.

Masgampang Prawoto (Penyair, teman berburu inspirasi)


DAFTAR  ISI

 

 

 

Halaman

 

Cover Buku……………………....…………………......................................

i

 

Cakrawala…………………………………………………………………

ii

 

Sinaran.................................…………………………………………………

iii

 

Daftar Isi...................……………..……………………………………….....

iv

1.

Kaji Mardud ........................………………………………………………..

1

2.

Perempuan Penjual Rembulan………………………………………………

7

3.

Rembulan Tertusuk Ilalang…………………….……………………............

13

4.

La Tahzan....…………………………………………………........................

19

5.

Ki Surub Carito……………………………………………….......................

26

6.

Kabut di Haramain……………………………………………...……….......

32

7.

Beirut........………..………………………………………………………....

38

8.

Jalan Lain Menuju Surau………………………………………………….....

42

9.

Nirwana............... ……………………..……………………………….........

48

10.

Sumur………………………………………………………………….........

52

11.

Pasar...............................................……………………………………........

57

12.

Hantu......…………………………………………………………………...

63

13.

Labirin…..………………………………………………….........................

69

14.

Tikus ...........................................................................................................

73

15.

Copet....................... ........................................................................................

79

16.

Ayam Sayur......................................................................................................

84

17.

Lungsuran......................................................................................................

89

18.

Sang Profesor................................................................................................

95

19.

Pramugari.....................................................................................................

101

20.

Mister -X......................................................................................................

107

21.

Gendam........................................................................................................

113

22.

Perhelatan.....................................................................................................

118

23.

Kontestasi Antah Barantah...........................................................................

124

24.

Mahar............................................................................................................

130

25.

Persekongkolan.............................................................................................

136

26.

Bharata Yuda...................................................................................................

140

27.

Panakawan......................................................................................................

146

 

Tentang Penulis..............................................................................................

151

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

           

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar